Masih Pantaskah Mengaku Sebagai Blogger

Paling tidak mengaku sebagai blogger pernah memiliki kesempatan menuangkan kata-kata yang mungkin saja dari sebagian kata merupakan curahan isi hati. Paling tidak pernah memiliki karya yang tidak terlalu baik dengan kata-kata indah yang puitis dan romantis. Paling tidak pernah membuat sebuah gambar yang merupakan sejarah karya terbesar yang penah dimiliki.

Fast Track Guide Internet Marketing

Sejatinya menurut saya Fast track guide internet marketing yang mudah adalah mempergunakan logika, insting, dan keyakinan. Tetap pada prinsipnya, apapun yang kita jual selama memberikan manfaat akan tetap laku dan bertahan dalam jangka waktu yang lama

Cara Mudah Cek Backlink

Update algoritma menyatakan artikel terbaru dengan kata kunci serupa akan mendapat kesempatan masuk halaman pertama hasil pencarian (SERP)

Best Free SEO Tools For Blogger and Internet Marketing

Trafik yang lumayan dengan kisaran visitor 10K dan page view 30K. Tentu hal tersebut bukan semata karena keberhasilan trik SEO yang diterapkan, bisa jadi karena sebuah hal tersembunyi yang merupakan rahasia yang sulit dipecahkan dan tidak dapat ditemukan secara teoritis mempergunakan mesin pencari seperti apapun.

Memahami Duplicate Content dan How to Solve It?

Sebenarnya apa yang dikatakan dengan Duplicate Content? Ada berbagai descripsi yang menjelaskan tentang definisi duplikat konten. Ada yang menafsirkan adalah kesamaan konten atau konten serupa dalam hasil pencarian mesin pencari yang memberikan definisi sama dari web yang berbeda.

Aplikasi Petani Menambah Wawasan dan Menghibur Diri

Alhamdulillah musim penghujan sudah cukup terasa dengan turunnya hujan yang cukup lebat beberapa pekan terakhir. Lebih sejuk terasa alam sekitar setelah rahmat sang kuasa diturunkan membasahi bumi ini. Aroma bau tanah yang terkena air hujan tercium harum beberapa waktu lalu ketika hujan pertama mengguyur bumi persada. Suatu hal yang harus disyukuri sekalipun ada sebagian kecil yang tertimpa angin kencang menerbangkan bagian atap rumah. Mungkin hal tersebut sebagai peringatan bagi kita yang telah terlalu banyak menuntut karena kemarau yang cukup panjang. Kurang lebih 7 bulan panas menyengat menemani aktifitas harian sehingga mengeluh panas dan kering dan lupa bersyukur karena kita masih diberikan nikmat sehat dapat merasakan panasnya mentari.
Aplikasi Petani Menambah Wawasan dan Menghibur Diri
Saya tidak ingin membahas hal tersebut karena memang bukan bidang keahlian saya membahas tentang syukur dan bersyukur, karena memang kenyataan yang sering saya hadapi adalah kebanyakan mengeluh atas sedikit teguran dan peringatan ketimbang tak terbatasnya nikmat yang dirasakan.

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas sedikit tentang sebuah aplikasi yang telah menambah wawasan saya seputar pertanian yang berawal dari kegiatan berkebun cabe yang saya lakukan. Hal tersebut diawali dari permasalahan serangan penyakit pada kegiatan berkebun yang saya lakukan.

Apa yang saya lakukan bisa dikatakan Kegiatan Berkebun di Halaman rumah, karena memang hanya beberapa langkah dari rumah untuk masuk kebun. Dalam berkebun ternyata memang tidak lepas dari Hama Penyakit yang sempat menimbulkan keresahan bagi diri saya, mulai dari serangan lalat buah yang menyebabkan buah cabe pada busuk dan rontok.

Satu serangan belum dapat saya atasi, other attack telah datang sehingga kebun cabe saya menjadi cabe bule (virus gemini) yang seharusnya menghijau royo royo malah seperti diberi pewarna kuning daun-daunnya, layu fusariumpun tak mau ketinggalan. Multi kompleks serangan yang mendera, ibarat penyakit komplikasi. Gulmapun tidak mau kalah kesuburannya dengan tanaman yang dibudidayakan.

Berawal dari itu semua maka saya harus mencari solusi tanpa harus berucap kata untuk bertanya tentang solusi, karena dari kata yang terlontar harus merogoh kocek yang tidak sedikit bagi petani pemula yang kekurangan modal seperti saya.

Sama halnya dengan mencari teknik irigasi yang lebih tepat sasaran dan lebih hemat air tentunya sehingga saya menemukan sistem irigasi tetes/drip irigation system walau dalam penerapannya tidak seperti yang apa saya bayangkan.

Mencari dan mencari sehingga saya tersandung pada sebuah web yang menyediakan beberapa aplikasi, saya mencoba untuk mengunduhnya pada gawai saya dan ternyata Aplikasi Petani tersebut sudah banyak yang mempergunakan sehingga saya bertemu dengan orang-orang yang memiliki pengalaman di bidang pertanian, salah satu sharenya adalah memperbanyak herbisida.

Hampir setiap hari tidak lepas dari aplikasi tersebut selama paket internet masih tersisa serta baterai gawai yang agak sakit bisa dipertahankan.

Dari Aplikasi Petani tersebut bertemu dengan senior yang mengusung konsep jika ada yang murah kenapa harus mahal, begitu kira-kira konsep dasarnya. Dengan memanfaatkan apa yang mudah didapat disekitar kita, bahkan di dapur kita sebagai pupuk maupun pestisida.

Dalam share informasi dan pengalaman serta teknik disajikan dengan santai dan diselingi dengan candaan walaupun tidak saling mengenal satu dengan yang lain. Layaknya media sosial yang marak era digital. Dengan Aplikasi Petani Menambah Wawasan dan Menghibur diri melalui candaan pertanian, bahkan terkadang topik bahasan apa komentarnya kemana. Tapi asyik dan mengasyikan. Ingin share pengalaman pertanian atau ingin belajar pertanian, tidak salah jika memiliki aplikasi petani pada gawai. Kuncinya jangan malu bertanya karena disana ada para senior dengan segudang pengalaman, ada penyuluh pertanian yang memang sudah spesialisasi di bidangnya, serta pedagang yang siap memberikan informasi harga produk.

Tertarik silahkan, tidak tertarik juga tidak mengapa, karena saya sekedar ingin menulis apa yang ingin saya tuliskan.

Memperbanyak Herbisida Sistemik Bahan Aktif Glisofat

Herbisida Lebih Ramah Lingkungan - Citro MduroMusim penghujan sudah menghampiri di daerah saya dengan curah hujan cukup tinggi sejak awal desember ini. Entah bagaimana di daerah lain. Bahkan beberapa waktu lalu sempat disertai dengan angin kencang yang merusakan beberapa bangunan disekitar walau bukan kerusakan parah. Curah hujan yang cukup tinggi juga memiliki dampak positif maupun negatif bagi perkebunan cabe organik saya yang saat ini tidak lagi menjadi organik seperti yang dicita-citakan. Hal ini karena harus melakukan penanganan secara kimia sintetik karena tidak adanya persiapan pupuk maupun pestisida nabati untuk perawatan cabe tersebut. Namun hal tersebut tidak menjadikan patah semangat, seiring jalan banyak ilmu dan pengalaman yang diperoleh.

Salah satu ilmu yang saya peroleh adalah Memperbanyak Herbisida Sistemik Bahan Aktif Glisofat yang diperoleh dari share pengalaman salah satu petani dan diuji coba oleh petani lainnya. Informasi tersebut saya peroleh dari forum diskusi petani hampir seluruh Indonesia melalui aplikasi PETANI. Saya tidak akan membahas tentang aplikasi tersebut. Jika sahabat yang sempat membaca tulisan ini silahkan googling atau langsung download aplikasinya untuk ponsel pintar para sahabat dan bergabung untuk share dan diskusi seputar pertania.

Kenapa harus diperbanyak, dan apakah efektifitasnya tidak akan menurun?

Alasan perbanyakan tersebut adalah untuk menekan biaya operasional penanganan gulma tanaman mengingat harga herbisida yang tergolong mahal. Dengan memperbanyak dan menambahkan bahan-bahan aktif yang relatif jauh lebih murah tentu tidak akan mengurangi efektifitas dari herbisida tersebut. Bahkan menurut yang punya resep jika bisa dengan dosis 50 cc pertangki kenapa tidak diterapkan dengan penghematan biaya yang jauh dbawah harga pasar.

Oke lanjutkan pokok bahasan memperbanyak herbisida tersebut dan pada akhir posting akan saya pasang juga video tutorialnya.

Desas desusnya tips ini bisa diterapkan untuk herbisida sistemik dengan bahan aktif Glisofat dengan cara mencampurkan bahan aktif glisofat dengan air kelapa. Tambahan bahan lainnya adalah ragi tapi dan detergen. Untuk takaran bisa mengikuti seperti video di bawah nanti karena sudah cukup ampuh seperti yang dilakukan pemilik akun youtube tersebut untuk  3 percobaan yang berbeda.

Sementara menurut pendapat pemilik resep tersebut tidak ada takaran yang baku, yang terpenting campuran tersebut didiamkan selama dua minggu, untuk hasil lebih maksimal bisa menambahkan bahan-bahan lain seperti garam dan bawang putih serta sedikit sabun colek, setiap penambahan bahan campuran tersebut didiamkan kurang lebih satu malam sebelum diaplikasikan. Yang terpenting adalah mendapatkan target penghematan, kalau sekiranya malah lebih mahal mending tidak usah diperbanyak.

Berikut video Memperbanyak Herbisida Sistemik Bahan Aktif Glisofat

Planning Simple Drip Irrigation System

Simple Drip Irrigation System by Citro Mduro
Simple Drip Irrigation System by Citro Mduro
Berkebun Cabe Organik merupakan kegiatan beberapa bulan terakhir yang sampai detik ini masih terus dalam tahap belajar dan praktikum lapangan dengan kebun cabe organik tanpa mulsa. Kalau dilihat pada gambar yang dipergunakan sebagai sketsa gambar tulisan kali ini, gulma banyak tumbuh menyertai seiring dengan tumbuhnya tanaman cabe.

Untuk irigasi mempergunakan sistem irigasi tetes (keinginannya) walau pada kenyataannya hasil yang diperoleh bukan irigasi tetes, melainkan irigasi air mancur yang mengalami kendala dari hari kehari. Kendala yang sering dihadapi adalah tersumbatnya lubang kecil yang menjadi saluran keluar air irigasi pada selang plastik yang pada rencana awal akan dijadikan dripper atau alat penetes. Kekeliruan lain yang menjadi kedala seiring waktu adalah teknik pelubangan pada selang plastik yang tidak pas pada posisi tanaman, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai lokasi perakaran tanaman. Beginilah kerja jika tidak memiliki konsep yang matang.

Jadi bagi sahabat yang ingin mempergunakan sistem irigasi tetes (drip irrigation system) harus mempergunakan perhitungan dan perencanan yang matang sehingga akan mendapatkan hasil seperti yang diharapkan, tidak seperti yang saya alami walau bagi saya hal tersebut bukan suatu kegagalan total karena apa yang telah saya kerjakan masih dapat dirasakan manfaatnya, yaitu sistem penyiraman kebun cabe yang tidak terlalu konvensional walau membutuhkan waktu yang relatif lama untuk menyelesaikan penyiraman terhadap kurang lebih 1400 tanaman.

Bagaimana langkah selanjutnya untuk menerapkan sistem irigasi ini??

pada periode yang akan datang sistem irigasi tersebut dengan mengharap ijin-Nya akan dikembangkan dengan mencari beberapa referensi dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Tentu saja dengan mengusung konsep murah dan efesien.

Kenapa harus konsep murah? Setelah saya melakukan beberapa penelusuran dengan sistem tetes (drip system) membutuhkan biaya yang tidak murah. Baik dari selang dripnya yang sudah dilengkapi dengan emiter ataupun dengan mempergunakan emiter khusus yang banyak ditemukan dipasaran. Berkenaan dengan biaya sebetulnya bukan suatu permasalahan jika kita adalah petani yang memiliki cukup modal untuk membeli kebutuhan bahan sekaligus menyewa tenaga ahli untuk melakukan perhitungan dan instalasinya.

Perhitungan apa yang harus dilakukan untuk mengaplikasi irigasi sistem tetes?

Dari berbagai referensi yang saya dapatkan baik berupa tulisan maupun video, harga selang drip bisa dikatakan mahal. Banyak para petani mempergunakan selang drip biasa sehingga harus melakukan pelubangan secara manual. Dari teknik pelubangan manual tersebut yang dihasilkan bukan menetes tetes demi tetes, tapi air memancar dari lubang yang dibuat pada selang plastik sehingga pengairan tida dapat dilakukan secara serentak, harus disesuaikan dengan kemampuan tekanan air pada panjang selang plastik yang terbentang pada bedengan tanaman.

Beberapa waktu lalu saya menemukan video tutorial walaupun bukan drip sistem saya pikir masuk akal dengan memasang pipa cutton buds untuk antisi pasi tersumbatnya lubang yang dibuat pada selang plasting. Referensi lainnya adalah drip sistem dengan mempergunakan pipa pvc atau lebih familiar dengan sebutan paralon. Satu referensi lagi yang sempat menggugah pola berfikir saya adalah memanfaatkan gabus filter rokok sebagai alat penetes.

Planning Simple Drip Irrigation System yang ada pada pikiran saya pada masa mendatang dengan mempergunakan Simple Gravity Drip Irrigation System. Memanfaatkan toren air yang sudah terpasang sepertinya lebih efektif dan hemat biaya listrik dengan memanfaatkan gaya gravitasi untuk mendorong air dan menetes pada perakaran tanaman. Sebagai emiter saya berencana mempergunakan selang sedotan yang dipotong sedemikian rupa dan di lubangnya diisi dengan gabus filter rokok. Selang sedotan yang telah diisi filter rokok tersebut akan ditancapkan pada selang irigasi yang melintang diatas bedengan.

Untuk tahap awal akan mempraktekkan dalam skala kecil dengan harapan praktek tersebut dapat diterapkan pada lahan dengan luas kurang lebih 1000 meter persegi dengan biaya yang lebih murah dan hasil yang sama efisien dibandingkan dengan selang drip yang sudah dilengkapi dengan emiter ataupun mempergunakan emiter yang dapat kita beli.

Namun hal tersebut masih dalam tahap rencana, semoga tulisan ini menjadi konsep dasar untuk melangkah pada proses selanjutnya. Dan akhirnya saya akhiri tulisan ini walau mungkin sebetulnya masih belum berakhir

Berkebun Cabe Organik

Kebun Cabe Citro Mduro
Kebun Cabe Citro Mduro
Alhamdulillah akhirnya bumi pertiwi dimana kaki ini dipijakkan telah diguyur hujan yang cukup deras setelah beberapa bulan terakhir berada pada musim kemarau. Walau tidak dilanda kelangkaan air bersih, namun cuaca panas cukup menyengat sekalipun tidak membakar kulit. Sejuk sudah terasa menyelimuti suasana kampung halaman seteah harum tanah tercium dengan adanya tetesan air hujan.

Beberapa tahun yang lalu pernah melakukan kegiatan belajar bercocok tanam dan kegiatan tersebut tidak berlanjut pada dokumentasi dan sharing hasil belajarnya, sehingga tulisan tersebut hanya menjadi tulisan tunggal tidak ada kawan tanpa hasil yang dapat ditunjukkan. Bagaimana dengan kegiatan kali seputar Berkebun Cabe Organik??

Saya tidak akan membahas apa itu organik dan bagaimana teknik bercocok tanam secara organik, karena ulasan tentang organik akan mudah anda dapatkan dari para pakar organik yang sebenarnya. Sementara saya mengatakan organik karena sejak mulai tanam sampai saat ini masih belum mempergunakan pupuk kimia maupun pestisida kimia. Yang saya pergunakan sebagai pupuk dasar pada tanaman cabe saya adalah butiran pupuk organik yang diperoleh ditoko pertanian seharga 23 ribu per sak. Untuk pemupukan dan pengendalian hama sampai saat ini saya mempergunakan produk Nitrobacte TJ yang saya peroleh langsung dari pemilik hak patennya.

Pertumbuhan dan perkembangan menurut saya lumayan bagus, dan otomatis gulma juga merasakan pupuk cair tersebut sehingga tumbuh dengan subur dan makmur seperti terlihat pada gambar pertama posting ini. Pengendalian gulma sementara ini mempergunakan teknik manual bersama istri tercinta sambil bercengkrama sebagai sarana liburan.

Benarkah apa yang saya lakukan adalah Berkebun Cabe Organik??

Organik menurut saya bukan berarti lepas dari bahan kimia, terlepas dari pupuk kimia buatan mungkin saja bisa dilakukan. Namun terlepas dari kimia secara murni rasanya merupakan suatu hal yang mustahil, karena alam juga melakukan proses reaksi kimia secara alami.

Nah, pada kegiatan tersebut tidak dibiarkan secara alami begitu saja, masih ada cairan yang dipergunakan untuk mempercepat proses reaksi kimia secara alami. Apakah hal tersebut masih bisa dikatakan organik? Entahlah yang penting hal itulah yang saya lakukan dengan melakukan pemupukan dengan sistem penyemprotan diatas jam 19 dengan Nitrobacter tj.

Pada tanggal 18 oktober saya melakukan penyemprotan pada tanaman yang berusia 17 hari setelah tanam (hst). Setelah penyemprotan saya coba mengabadikannya dengan camera handphone yang hasilnya seperti penampakan berikut
Citro Mduro Berkebun Cabe Organik
cabe usia 17 hst
Untuk usia tanam tersebut dengan penampakan yang diketahui, pertumbuhan dikatan terlambat dibandingkan tanaman cabe yang dimiliki para master petani cabe di daerah saya, namun hal tersebut tidak menjadikan saya patah semangat untuk terus merawatnya dengan kapasitas kemampuan saya, tentu tidak lupa untuk berdoa demi kesuksesan usaha perkebunan tersebut.

Satu minggu berikutnya (27-10) saya melakukan penyemprotan lagi untuk kesekian kalinya, pada kali ini saya mengabadikan tanaman tersebut dengan jengkal tangan saya.
Citro Mduro Berkebun Cabe Organik
Cabe usia 24 hst
Beberapa hari kemudian saya jempret kembali dengan didampingi jengkal tangan (27-10)
Citro Mduro Berkebun Cabe Organik
Cabe Usia 26 hst
Dari penampakan, tinggi tanaman mengalami perubahan selama 3 hari, cuma terlihat layu pada malam hari. Menurut konselornya hal tersebut dikarenakan penyemprotan yang terlalu kuyup. Bisa dikatakan sedikit over dosis sehingga malam hari kelihatan mengantuk atau mabok mungkin. Namun siang hari dipanas terik tanaman terlihat segar dan tidak layu.

Kegiatan penyemprotan dilanjutkan pada periode berikutnya (01-11). Walau masih terlihat seperti mabok di malam hari, namun sudah mulai bercabang dan berbunga pada usia 31 hst
Citro Mduro Berkebun Cabe Organik
Cabe Usia 31 hst
Foto-foto diatas kondisi pada malam hari, entah karena mabok atau memang sedang terbuai dalam mimpi untuk memberikan buah yang lebat dan hasil yang maksimal bagi sang perawat tanaman. Kondisi pada siang hari segar dan sehat dan sempat saya abadikan juga melalui jepretan kamera handphone yang tidak terlalu bagus
Citro Mduro Berkebun Cabe Organik
Sebagian kecil dari sebagian yang kecil
Nah itulah cerita singkat yang tidak beraturan tentang pengalaman berkebun cabe organik tanpa urea atau sejenisnya. hanya dengan menyemprotkan cairan dengan dosis 1:30 pada malam hari. Ini merupakan suatu tantangan tersendiri harus berada ditengah kebun dengan luas hampir 1000 m2 malam hari. Ini hanyalah sekedar dokumentasi dan sharing pengalaman bukan berniat untuk mempromosikan suatu produk dan inilah yang saya terapkan dengan sistem irigasi tetes yang bisa dikatakan keliru teknis.

Beberapa tahun yang lalu saya juga mengaplikasikan Nitrobacter tj pada tanaman cabe dalam polybag yang saya abadikan dalam bentuk video berikut

Iseng Dengan Google Best Smartphone

Alhamdulillah setelah sekian lama vakum akhirnya bisa kembali mewarnai blog ini dengan tulisan yang memiliki rentang waktu cukup jauh. Dari tulisan terakhir seputar SEO dengan topik bahasannya harga lovebird, pada kesempatan kali ini masih berorientasi seputar SEO juga walau bukan ekspert sebetulnya. sekedar iseng saja agar memberikan warna tulisan baru dan kebetulan mendapatkan laptop dan internet gratis pada masa liburan sekolah.

Pada kesempatan kali ini judul yang dipakai Iseng Dengan Google Best Smartphone. Ada apa dengan keisengan tersebut? Sebetulnya tidak ada yang spesial karena kebetulan karena beberapa minggu terakhir tidak berinteraksi dengan smartphone. Sekedar iseng-iseng saja ingin mengetahui apa sich yang menjadi trend smartphone saat ini. dan kebetulan memang ada beberapa list smartphone yang menjadi best dan menjadi inceran para pemburu smartphone high end. Saya sendiri hanya mencari informasi saja karena kemampuan juga tidak didukung dengan budget yang tersedia. Jangankan berburu smartphonenya, internet untuk meluncurkan tulisan ini juga masih nebeng.

Oke mari kita mencoba mengulasnya tapi jangan terlalu dalam, yang dangkal-dangkal saja sesuai dengan kemampuan dari penulis. Dari hasil pencarian tersebut ditemukan Samsung Galaxy S10 Plus. Kata kunci yang dipergunakan best smartphone dengan berbagai kata kunci penelusuran yang terkait seperti world best smartphone ranking. Tentu saja hasil yang ditampilkan ada perbedaan dari masing-masing kata terkait tersebut dari kata kunci utamanya. Bisa dijadikan sebagai referensi untuk mengaitkan kata demi kata dan menggabungkan referensi tersebut dalam satu artikel yang mengandung banyak kata kunci terkait.

Nah, masih blarak kemana-mana tulisannya. Yang mau dibahas smartphone eh malah jadinya entah kemana. Biar simpel saja ulasan tentang samsung galaxy s10 silahkan diklik linknya.

Selain produk yang diatas, Best Smartphone 2019 yang lain adalah Google Pixel 3 XL. Seperti apa sich sebenanrnya deskripsinya. silahkan googling aja ya.

Tentu saja dengan penelusuran Best smartphone tersebut merupakan hasil pencarian smartphone terbaik 2019 maupun best cheap smartphone. Karena harga juga perlu disesuaikan dengan kemampuan, karena bisa saja kita mencari produk namun harga tidak terjangkau dan sekedar menjadi impian yang sulit untuk terealisasi.

Apakah salah menemukan best world ranking smartphone kelas high end? Tentu bukan merupakan sebuah kesalahan sekalipun kita tidak akan membelinya. Juga bukan merupakan hal yang sia-sia karena kita mendapatkan informasi dan pembelajaran dari hasil pencarian tersebut sekalipun kita tidak membacanya secara tuntas seperti yang saya lakukan.

Sekedar melakukan pencarian untuk mendapatkan ide yang dapat dijadikan sebagai bahan tulisan memancing inspirasi yang sudah cukup lama mengendap walau tidak terkubur dan semoga saja inspirasi tersebut masih dapat tersirat dan terpancing keluar sekalipun apa yang dihasilkan bukan sesuatu yang best of the best. Setiap manusia memiliki kapasitas dan kemampuan yang berbeda, Namun tidak salah jika kita bisa mendapatkan faedah dari sesuatu yang kurang bermanfaat saat ini karena apa yang kita jalani dalam kehidupan bukan merupakan sesuatu yang sia-sia selama kita masih mau berpikir dan bersyukur dengan akal yang telah dikaruniakan kepada kita sebagai suatu kelebihan.

Berhubung sudah tidak ada hubungan, maka saya akhiri tulisan kali ini yang bukan merupakan sebuah cerita ataupun catatan kegiatan terlebih sebagai sebuah jurnal ilmiah. Tulisan ini sekedar tulisan dengan pokok bahasan yang tidak berlandaskan hukum dengan target pembaca siapa saja yang mau membaca dan mendapatkan sebuah media bacaan yang sangat tidak bermutu dan tidak berkelas karena memang sedang tidak ada kelas pada waktu liburan. Selamat berlibur bagi yang berlibur dan selamat beraktifiatas sekalipun aktifitas tersebut hanyalah hembusan nafas keluar masuk yang harus kita nikmati prosesnya dan disyukuri hasilnya.

Membahas Harga Lovebird Dalam SEO

Alhamdulillah masih mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan rangkaian kata tak bermakna dalam sebuah karya yang tak terbaca walau sempat terpancing dengan situasi dan kondisi Hoax menjelang pemilu tahun ini. Merupakan anugerah yang luar biasa untuk dapat mengukir kembali mengisi rangkaian karya dengan untaian kata yang tak berarti walau sedikit mencari sensasi dan populasi melalui sedikit promosi.

Pada kesempatan kali ini mencoba sedikit membahas tentang optimasi keyword walau sangat tidak mungkin untuk mencapai rangking 1 google, tapi biarlah sekedar untuk memancing kembali kesenangan menulis apa yang ingin diceritakan. Sebagai kata kunci pilihan adalah Harga Lovebird, hal ini disebabkan juga karena ada ternak lovebird beberapa jodoh yang masih belum memberikan kemanisan rasa dari harga lovebird yang menggiurkan. Sebagai ilustrasi gambar pilihan tentu seputar lovebird juga.
Membahas Harga Lovebird Dalam SEO
Harga Lovebird 2019 menurut para peternak yang sudah cukup lama menekuni peternakan lovebird mengalami penurunan harga yang cukup drastis atau dikatakan Harga Lovebird Anjlok. Selain harga yang turun drastis, pangsa pasar juga mengalami penurunan seiring dengan trends google dengan kata kunci harga lovebird yang juga digambarkan dengan grafis yang turun gunung. Sudah tidak terlalu banyak pengguna internet yang mencari informasi harga dibandingkan tahun sebelumnya.

Harga Lovebird Biola yang beberapa bulan lalu diatas kisaran sepuluh juta, sekarang mengalami penurunan sepuluh kali lipat dan pembelipun juga berkurang walau sebenarnya saya juga belum memiliki varian tersebut. Sekalipun Harga lovebird murah saya masih termasuk peternak kacangan dengan kualitas dan kapasitas rendah.

Sekalipun dikatakan murah, Harga Lovebird Parblue menurut saya masih bagus untuk tambahan belanja jika ternak masih menandakan produktifitas yang baik. Nah sekalipun kondisi seperti saat ini harga pasaran lovebird di daerah saya, nutrisi pakan lovebird tetap harus diperhatikan agar tetap berproduksi dengan baik dengan harapan masih ada pembeli yang berminat. Hitung-hitung sebagai hiburan mendengarkan kicauan burung setiap hari.

Prediksi Harga Lovebird dari analisa SEO sepertinya masih akan mengalami peningkatan melihat dari ujung grafik yang mengarah keatas. Analisa tersebut secara SEO, entah dengan kenyataan harga dipasaran mendatang. Tidak putus berharap semoga sukses sekalipun harga tergolong murah, terlebih lagi kegemaran untuk menulis akan bangkit kembali tanpa perduli dengan analisa-analisa yang menjadikan otak sedikit malas berpikir untuk merangkaikan kata demi kata.

Sebagai kesimpulan yang tidak terlalu terikat kuat pada masing-masing simpulnya. Ternyata ulasan pada posting kali ini tidak seperti judul, melainkan sekedar permainan kata yang berisi curhatan bukan jeritan hati menjelang Pemilihan Presiden. Semoga saja dengan penuh optimis Indonesia maju akan memancing kreatifitas kita untuk bangkit dan melakukan apa yang dapat kita lakukan demi kita dan orang-orang terdekat sebagai bagian dari bangsa untuk memajukan bangsa sesuai dengan batas kemampuan kita masing-masing.

The Meaning Of Hoax - Beliau Mungkin Yang Hoax

Menurut Wakil ketua DPR-RI pada acara ILC dengan tema #ILCHoaxDibasmiUUTerorisme bahwa Indonesia sedang gelisah dengan Hoax karena pembuktian bahwa dengan Mengetikkan The Meaning Of Hoax pada pencarian google yang ditemukan adalah artikel tentang Indonesia. Betulkah hal tersebut???

Sebetulnya bukan kapasitas saya sich untuk menuliskan tentang hal ini. Karena analisa keyword The Meaning Of Hoax di indonesia hampir tidak terdeteksi pada google trend, sehingga terasa percuma untuk melakukan optimasi keyword tersebut. Tapi tidak mengapalah sebagai latihan menulis setelah sekian lama tidak menulis sehingga blog ini menjadi vakum tanpa aktifitas dan kemampuan untuk menuliskan kata demi kata juga seakan lenyap, agar tidak terlalu sirna maka biarlah hal ini menjadi jawaban rasa penasaran yang terdokumentasi melalui media ini.
The Meaning Of Hoax- Fahri Hamzah Hoax
Sebagai obat penasaran saya mencoba membuka google trends dan membandingkan kata kunci yang dimaksud pak wakil ketua dpr ri dengan kata hox dan hasil yang diperoleh untuk geo indonesia tampak seperti gambar. Kata hoax lebih trend dengan kurva warna merah walau banyak bukit dan lembah yang curam. Percuma dioptimasi kayaknya.

Pembuktian apa yang disampaikan oleh Fahri Hamzah. The Meaning Of Hoax yang tampil adalah artikel tentang indonesia, yang menandakan indonesia sedang di landa kegalauan Hoax. Coba buka browser dan search menggunakan google.co.id dengan keyword The Meaning Of Hoax. Ditemukan sekitar 23 juta hasil dan pada 10 rangking halaman pertama mengulas tentang definisi hoax tersebut Pada halaman kedua baru saya menemukan artikel tentang hoax dan modern politik Indonesia, dan itupun hanya dua artikel dan ebook.

Kejadian tersebut mungkin saja berbeda antara komputer orang tidak berpendidikan yang mengaku blogger dengan komputer orang yang berakal sehat. Bisa jadi bukan sekedar komputer yang saya pergunakan kurang nutrisi, koneksi internet dan IP address yang saya pakai sudah out of date sehingga tidak dapat menampilkan seperti apa yang disampaikan beliau dan akhirnya saya menyimpulkan bahwa beliaulah yang Hoax.

Tapi entahlah kebenarannya, masing-masing bisa berhadapan dengan hal yang beda dan google bukan sebagai patokan utama dalam menentukan hoax dan tidak, namun akal sehat juga perlu dipergunakan dengan jernih untuk mengambil suatu keputusan sehingga tidak menyebabkan badan-badan bentol-bentol