1 Okt 2020

Meningkatkan Efektifitas Insektisida Dengan Minyak Tanah dan Deterjen

Meningkatkan Efektifitas Insektisida Dengan Minyak Tanah dan Deterjen
Dunia pertanian maupun perkebunan tidak lepas dari serangan hama baik berupa serangga, ulat, bakteri ataupun serangan penyakit yang lain. Dari penyakit yang dialami pada tanaman budidaya tidak lepas dari faktor lingkungan serta serangan hama pengganggu atau dikenal dengan OPT (Organisme Perusak Tanaman). Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan penanggulangan yang tepat dengan racikan yang tepat pula, sehingga proses penanggulangan akan memberikan hasil yang maksimal seperti yang diharapkan.

Untuk penanggulangan OPT tentu diperlukan insektisida yang tepat terhadap serangan OPT yang ditemukan, diperlukan pengetahuan tentang insektisida yang tepat untuk menanggulangi permasalahan secara tepat. Namun biaya operasional tentu akan mengalami peningkatan mengingat harga insektisida yang beredar dipasaran harganya terus mengalami peningkatan sementara hasil produksi pertanian maupun perkebunan seakan berjalan ditempat, tak ayal hal tersebut dapat menyebabkan kerugian bagi para petani.

Untuk itu diperlukan sedikit inovasi dari petani untuk dapat menekan biaya produksi sehingga sekalipun harga komoditas stagnan petani masih dapat memperoleh hasil lebih dari biaya yang dikeluarkan, salah satunya dengan menekan biaya penanggulangan OPT. Diperlukan sedikit pengetahuan dan informasi dari para senior yang memiliki pengalaman lebih untuk menghasilkan sesuatu yang lebih efektif dari biasanya.

Pada saat ini marak penggunaan insektisida organik yang dinilai lebih aman bagi kesehatan lingkungan, namun jika kita sekilas membaca tentang insektisida, tentu akan ada sedikit pengetahuan tentang racun serangga apakah itu organik atau anorganik. Referensi tentang insektisida singkat dapat dibaca disini (insektisida wikipedia)

Oke sekarang kita menuju maksud dan tujuan sebenarnya dari posting kali ini, yaitu Meningkatkan Efektifitas Insektisida Dengan Minyak Tanah dan Deterjen. Betulkah hal tersebut dapat meningkatkan efektifitasnya? Mari kita coba ulas secara perlahan dengan basic kemampuan saya untuk mengulasnya, jika ada yang perlu ditanyakan silahkan ditanyakan dan kita diskusikan pada kotak komentar yang terbuka.

Merujuk pada link tentang insektida pada paragraf sebelumnya, Insektisida dibagi menjadi dua yaitu organik dan anorganik. Setelah kembali dibaca lebih lanjut penjelasan tentang organik adalah insektisida yang mengandung karbon, semetara anorganik tidak mengandung karbon.

Kita lanjutkan ulasannya tentang minyak tanah (Kerosene). Minyak tanah adalah cairan hidrokarbon. Kembali pada paragraf sebelumnya, berarti minyak tanah termasuk golongan organik karena mengandung karbon. Masih bingungkan? Saya juga bingung, tapi hal ini agar kita dapat berpikir logis tentang pertanian organik.

Lanjut pada sabun colek atau detergen sekalipun dengan minyak tanah masih sedikit kebingungan. Detergen pada umumnya mengandung Surfaktan, Builder, Filler, Aditif. Dari golongan bahan tersebut tergolong anorganik karena bukan tersusun dari karbon. Untuk lebih detailnya silahkan pelajari di google atau di wikipedia aja.

Unsur kimia karbon jika dicampurkan dengan unsur kimia yang lain tentu akan menghasilkan senyawa lain yang entah seperti apa ikatan-ikatan ion kimia tersebut, yang secara logika karbon tidak mudah menguap dan terlepas sehingga senyawa organik dan anorganik jika direaksikan akan menghasilkan senyawa organik yang pada teori dasarnya organik adalah tersusun dari karbon.

Biar tidak terlalu membingungkan, kita lanjut sharingnya seputar peningkatan efektifitas Insektisida tersebut. Langkah yang dilakukan adalah mencampurkan minyak tanah dengan detergen (sabun colek) sampai menjadi campuran yang homogen. Agar lebih mudah tercampur caranya masukkan minyak tanah dalam botol, tambahkan sabun colek dan kocok sehingga tercampur merata.

Satu sesi kita sudah memiliki senjata tambahan agar peluru yang akan kita gunakan. Bagaimana cara penggunaannya? Cara penggunaan dari berbagi ilmu dan pengalaman dari para senior ternyata cukup mudah. Setelah mencampurkan insektisida apapun kedalam tangki dengan dosis yang telah dianjurkan, tambahkan larutan minyak tanah dan detergen tersebut dengan takaran 0,5-1 ml larutan per liter air. Dalam satu tangki spray ukuran 15 liter kurang lebih 10-15 ml. Untuk meningkatkan kandungan karbon pada air dalam tangki yang akan kita semprotkan pada tanaman, bisa ditambahkan air rendaman abu dapur kurang lebih 200 ml pertangki.

Berdasarkan pengalaman para senior, sekalipun serangga tidak langsung mati, namun akan menyingkir dari tempat yang telah diaplikasikan insektisida dengan cara diatas secara perlahan. Kenapa saya katakan insektisida plus plus? Karena pada proses fotosintesis tanaman membutuhkan gas karbon dioksida (CO2), dengan menambahan unsur carbon nantinya akan bereaksi dengan O2 memberikan kebutuhan gas CO2 pada tanaman untuk melakukan fotosintesis. Teknik diatas secara logika saya dapat dikatakan masih organik karena secara teori dasar mengandung senyawa karbon.

Sebagai penutup artikel kali ini, saya mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan para sahabat untuk mengunjungi Blog CITRO MDURO dan membaca tulisan yang bertajuk Meningkatkan Efektifitas Insektisida Dengan Minyak Tanah dan Deterjen, walaupun bukan tulisan insiratif dan kurang inovatif yang dapat memberikan inspirasi bagi para pembaca ataupun anda lewat karena tersasar dan terdampar pada tulisan Meningkatkan Efektifitas Insektisida Dengan Minyak Tanah dan Deterjen. Kami sangat berterima kasih karena anda sudah berkenan walaupun mungkin sangat terpaksa. Silahkan tinggalkan jejak anda untuk menjalin silaturahmi, atau temukan yang anda cari tentang Meningkatkan Efektifitas Insektisida Dengan Minyak Tanah dan Deterjen dan salam jabat erat dari PAMEKASAN MADURA

Posting Komentar