Masih Pantaskah Mengaku Sebagai Blogger

Paling tidak mengaku sebagai blogger pernah memiliki kesempatan menuangkan kata-kata yang mungkin saja dari sebagian kata merupakan curahan isi hati. Paling tidak pernah memiliki karya yang tidak terlalu baik dengan kata-kata indah yang puitis dan romantis. Paling tidak pernah membuat sebuah gambar yang merupakan sejarah karya terbesar yang penah dimiliki.

Fast Track Guide Internet Marketing

Sejatinya menurut saya Fast track guide internet marketing yang mudah adalah mempergunakan logika, insting, dan keyakinan. Tetap pada prinsipnya, apapun yang kita jual selama memberikan manfaat akan tetap laku dan bertahan dalam jangka waktu yang lama

Cara Mudah Cek Backlink

Update algoritma menyatakan artikel terbaru dengan kata kunci serupa akan mendapat kesempatan masuk halaman pertama hasil pencarian (SERP)

Best Free SEO Tools For Blogger and Internet Marketing

Trafik yang lumayan dengan kisaran visitor 10K dan page view 30K. Tentu hal tersebut bukan semata karena keberhasilan trik SEO yang diterapkan, bisa jadi karena sebuah hal tersembunyi yang merupakan rahasia yang sulit dipecahkan dan tidak dapat ditemukan secara teoritis mempergunakan mesin pencari seperti apapun.

Memahami Duplicate Content dan How to Solve It?

Sebenarnya apa yang dikatakan dengan Duplicate Content? Ada berbagai descripsi yang menjelaskan tentang definisi duplikat konten. Ada yang menafsirkan adalah kesamaan konten atau konten serupa dalam hasil pencarian mesin pencari yang memberikan definisi sama dari web yang berbeda.

Membedakan Madu Asli Atau Palsu Dengan Cara Lemper

Madu AsliMadu adalah hasil karya dari sekumpulan hewan kecil namun dapat memberikan manfaat luar biasa bagi kehidupan manusia. Madu diyakini dapat menjadi obat dari 1001 macam penyakit. Karena kegunaan dan khasiatnya yang luar biasa tersebut, harga madu cukup fantastis. Satu botol kecil saja bisa mencapai harga ratusan ribu rupiah. Percaya atau tidak, kenyataannya memang harga madu memang cukup luar biasa, silahkan anda mencoba menelusurinya di pasar-pasar, ataupun mendapatkan bantuan si mbah google untuk mendapatkan madu berkualitas dan buktikan harga yang ditawarkan. Apakah benar harga madu yang biasa dikemas dalam botol tersebut dijual dengan harga yang dapat dikategorikan mahal?

Namun kerap kali para penjual madu melakukan semacam pemalsuan terhadap produk yang diperdagangkan. Dibilangnya madu hutan asli, tapi nyatanya bukan madu asli, tapi sudah dicampurkan dengan bahan lain untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Bahkan ada pula peternak yang sengaja memberikan pakan khusus pada lebah peliharaan agar menghasilkan madu yang lebih banyak dan lebih cepat.

Berbagai cara untuk mengetahui apakah madu tersebut madu asli atau palsu, diantaranya ada yang mengatakan bahwa dengan cara menyelupkan pentol korek kayu, dan menyalakannya. Apabila setelah dicelupkan dan dinyalakan dapat menyala maka dapat dipastikan bahwa madu tersebut merupakan madu asli. Namun terkadang madu yang lulus tes dengan teknik korek api setelah beberapa minggu terlihat gumpalan Kristal yang mengendap. Bagaikan ada Kristal gula pasir. Apakah ini madu atau air gula? Bisa jadi pertanyaan tersebut yang timbul.

Teknik lain ada pula yang meletakkan madu pada lembaran kertas, apabila madu tersebut tidak membasahi kerta sampai menembus kertas bisa dikatakan madu asli. Entahlah, kenyataannya sekalipun lulus dari seleksi tersebut masih juga ada keraguan atas keaslian madu tersebut setelah beberapa waktu kemudian.

Menurut informasi dan menurut cerita yang sepertinya tidak perlu diceritakan ulang, madu asli tidak membeku sekalipun diletakkan di dalam lemari es dalam waktu lama, tidak berubah warna dan penampilan sekalipun disimpan dalam waktu yang cukup lama, bahkan dalam kurun waktu 5 tahun lebih. Tidak akan tambah encer sekalipun dipanaskan diterik matahari.

Tentu saja untuk mendapatkan madu asli dibutuhkan pengetahuan yang cukup seputar permaduan, trik-trik cepat seperti trik korek api, ataupun trik kertas dapat dipergunakan untuk menguji keaslian madu tersebut. Jika harus menyimpan dalam lemari pendingin sepertinya si penjual akan keburu pulang, untuk disimpan dalam waktu yang cukup lama tentu harus kita beli terlebih dahulu. Namun trik-trik tersebut sepertinya saat ini bukan lagi menjadi trik jitu untuk memastikan kealian madu.

Harus ada teknik yang betul-betul ampuh untuk memastikan madu asli atau tidak, tidak perlu lama dan adanya jaminan keaslian yang dapat dipertanggung jawabkan baik secara fisik maupun secara moral. Teknik yang sebetulnya sangat mudah, namun jarang sekali bahkan sangat sulit dilakukan untuk melakukan pengujian keaslian madu. Saya menyebutnya “Membedakan Madu Asli Atau Palsu Dengan Cara Lemper”.

Bagaimana melakukan teknik tersebut? Apakah sudah dapat dipastikan keaslian dari madu yang diuji? Fantastis dan betul-betul terbukti, sekalipun disimpan sekian tahun tidak beku, sekali gesekpun langsung terbakar. Ini dia teknik pengujian madu dengan cara lemper.

Menurut pakarnya yang sudah membuktikan, langkah yang harus dilakukan cukup sederhana. Bawalah pulang kerumah madu yang anda miliki. Apabila istri dirumah marah besar, maka sangat dapat dipastikan madu yang ada bawa asli.

Percaya atau tidak, silahkan dibuktikan trik yang dikembangkan Cak Lontong dengan salam khasnya Salam Lemper.

Ada Apa Sebetulnya Dengan Negeri Ini

Ada Apa Sebetulnya Dengan Negeri IniLama sudah tak mengikuti perkembangan berita, regional, nasional, ataupun international. Kesibukan hari-hari terakhir ini menyelesaikan kerja off line yang dikejar waktu karena kelalaian diri sebenarnya yang tidak menyegerakan untuk mengerjakan serta menyelesaikannya. Perkembangan informasi seputar negeri ini pun hanya sepintas lalu di dapat ketika terdengar pembicaraan seputar negeri dan pemerintahan dengan berbagai opini yang lebih sering tidak dapat saya pahami, terlebih lagi jika terdengar nama-nama para pejabat yang tersandung masalah ataupun mungkin hanya sekedar disandungkan dengan permasalahan.

Betulkah Presiden kita sekarang plintat-plintut, atau istilah lain yang mungkin lebih tepat dan lebih halus lagi. Benarkah negeri kita adalah negeri koruptor yang sudah menjadi top ranking tingkat korupsi di seluruh dunia. Entahlah, malas untuk mencari kebenaran informasi tersebut, malas pula menemukan informasi bantahan yang mengatakan bahwa informasi tersebut hanyalah pergulatan politik negeri ini sebagai pembelaan terhadap kandidat yang didukung pada beberapa bulan lalu dengan berbagai alasan, berbagai cara untuk mendapatkan kemenangan yang diharapkan, sekalipun hasilnya sekarang mungkin saja tidak seperti yang diharapkan, ataupun mungkin saja yang kalah belum menerima kekalahan.

Dalam tulisan ini sebetulnya bukan untuk melakukan pembelaan pada salah satu pihak, ataupun ingin menjatuhkan pihak lain. Sekedar ingin menulis saja karena sepertinya cukup lama tidak menulis dengan melakukan pengamatan tentang informasi yang diterima dan dicerna untuk menjadi sebuah tulisan baru yang memiliki perbedaan sekalipun tulisan tersebut pada awalnya adalah hasil copy paste dari tulisan lainnya. Tidak ada salahnya beropini sekalipun bukan sebagai sebuah pendapat terlebih lagi dijadikan sebagai pendapatan.

Mengamati update status teman-teman facebook yang mungkin saja dulunya adalah pendukung Indonesia Bangkit, atau mungkin saja Pendukung Indonesia Hebat yang merasa kecewa, saya menangkap adanya kesenangan terhadap kondisi pemerintahan negeri ini yang sepertinya saling gontok antar kubu (sekedar menyimpulkan singkat). Benarkah rakyat telah salah pilih? Haruskah kita tidak lagi sebagai warga Negara yang sudah mengalami peningkatan peringkat Negara terkorup didunia? Betulkah negeri ini sekarang dikuasai oleh orang-orang dhalim?

Siapa yang dhalim, Siapa yang salah pilih, Haruskah kita tetap bangga sebagai bagian dari negeri ini? Dengan pemikiran yang tak mampu memikirkan hal itu semua sulit sepertinya jika pertanyaan tersebut dilontarkan pada saya. Terbatas dan betul-betul tidak tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Siapa yang betul-betul pantas untuk memegang kendali pemerintahan negeri ini, yang bisa membawa ketentraman, keamanan, dan kenyamanan bagi seluruh rakyat negeri ini.

Ucapan kita adalah doa kita, apa yang kita pikirkan bisa jadi kenyataan karena yang kita pikirkan adalah doa yang tidak kita sadari mungkin. Berkatalah yang baik, berpikirlah yang baik, dan mintalah yang baik agar kita mendapatkan yang baik. Masih saya ingat pesan dari guru ngaji waktu kecil dulu. Jika kita menulis status yang secara tidak langsung menghujat pemerintahan kita sekarang. Siapa yang sebenarnya dhalim? Jika memang benar-benar kita mendapatkan pemimpin yang dhalim, kenapa Allah menurunkan pemerintah dhalim ditengah-tengah kita.

Beberapa waktu lalu sepintas mendengarkan rekaman tausiyah. Pantaskan kita mengaku sebagai orang Islam, jika kita masih bertengkar dan saling menjatuhkan sesama saudara kita muslim??

Semoga kita diberikan pemimpin yang adil dan bijaksana, diberikan pemimpin yang dapat menuntun kita menuju pada kemaslahatan, semoga kita terhindar dari gunjing menggunjing, membicarakan keburukan orang lain. Semoga kita diberikan kekuatan untuk selalu memohon ampunan. Semoga negeri ini diberikan kebaikan penuh dengan barokah dan rahmat-Nya, tidak lagi ada saling menjatuhkan satu dengan yang lain, tapi saling mendukung satu dengan yang lain, saling memberikan kontrol antara satu dengan yang lain.

Banyak orang baik, banyak pula orang yang tidak baik. Allah maha berkehendak untuk menjadikan orang itu baik atau buruk. Kita tak dapat menilai Cuma sekedar lahiriyah, dan kita sepertinya tidak mampu untuk menilai secara lebih dalam selain dari yang kita lihat tanpa ada petunjuk-Nya.

Semoga tulisan ini bukan sekedar tulisan, tapi merupakan hasil tumpukan tombol-tombol keyboard yang terpencet begitu saja karena terus terang sudah cukup lama tidak memiliki pena untuk menuliskan kata-kata dalam selembar kertas. Meskipun bukan sebuah tulisan, namun inilah yang saya pikirkan saat ini. Silahkan dihujat karena saya siap menerima kritik yang menghancurkan bahkan hujatan.

Sulit Untuk Mengakui Kesalahan

Sulit Untuk Mengakui KesalahanKeegoan terkadang menutup semua indera yang dimiliki, keegoan menutup mata ini sehingga sulit untuk membedakan yang baik dan yang buruk. Keegoan menutup telinga ini sehingga sulit untuk mendengarkan sesuatu yang baik untuk dipikirkan. Dengan keegoan semuanya seakan tertutp. Yang ada hanyalah kebenaran akan diri kita sendiri. Kebenaran apa yang telah kita lakukan, kebenaran apa yang telah kita perbuat, kebenaran pikiran, dan tindakan. Segalanya seakan merupakan sesuatu yang sempurna jika berasal dari kita. Bahkan mungkin tidak jarang menilai salah atau bahkan menyalahkan perbuatan orang, mementahkan pendapat orang lain.

Namun sebelumnya mohon maaf, tulisan ini seperti biasanya dengan label asal nulis. Tidak ada maksud apapun, seperti merendahkan orang lain, menyinggung orang, terlebih lagi membanggakan diri melalui sebuah tulisan. Sekedar tulisan yang keluar begitu saja dari apa yang dipikirkan tanpa harus ada tujuan jelas kemana arah dan makna tulisan yang akan dipublikasikan nantinya. Namun bisa jadi karena memang keadaan yang terjadi pada diri penulis yang diliputi rasa egoisme, hanya bisa menyalahkan orang lain tanpa berani untuk instrospeksi diri dan memperbaiki kekurangan-kekurangan dan kesalahan yang ada dalam diri. Paling tidak mau berpikir dengan sadar bahwa yang telah dilakukan merupakan sesuatu yang salah.

Sikap egois tersebut menjadikan diri malu untuk mengakui kesalahan, sehingga menutupi kesalahan itu dengan menyalahkan orang lain. Diri sendiri yang salah namun seakan menjadikan orang lain yang bersalah menurut pandangan dan pemikiran orang lain.

Jangankan untuk orang diluar rumah, lebih sering sulit untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf pada pasangan. Paling tidak berdiam diri dan tidak saling menyapa untuk menutupi kesalahan yang dilakukan. Menunggu orang lain untuk melakukan permintaan maaf terhadap kesalahan yang kita lakukan, semua karena ego yang tidak terkendali, seharusnya diri sendiri yang meminta maaf terlebih dahulu. Anggap saja sebuah pertengkaran kecil dalam rumah tangga. Pertengkaran terjadi karena adanya kesalahan pada diri kita, sehingga mungkin menjadikan pasangan tidak setuju dan melakuan penolakan semacam protes terhadap sebuah kesalahan yang sangat mungkin dengan nada yang terdengar agak tinggi ditelinga, padahal nada suara tersebut standar bukan bertujuan untuk membantah dengan nada kasar. Karena ego menjadikan telinga tidak dapat membedakan nada tinggi dan nada rendah.

Seandainya saja tidak salah menafsirkan sebuah jawaban, maka pertengkaran itu tidak akan pernah terjadi. Kekeliruan terdapat pada diri kita yang sulit untuk mengakui kesalahan.

Butuh waktu yang sangat lama untuk bisa memahami banyak hal, butuh waktu lama untuk menapak dijalan yang lurus. Semoga kita semua ditunjukkan pada jalan yang lurus, yaitu jalan yang penuh dengan Rahmat, Barokah, dan Ridhonya.

Sholatku Belum Benar

Sholatku Belum BenarSholat adalah perintah yang diterima Rasulullah langsung dari Allah. Dalam sebuah hadist yang pernah saya dengar, jika benar sholat seseorang, maka benar perbuatan yang lainnya kelak pada hari perhitungan. Masih banyak keterangan-keterangan lain yang menjelaskan tentang ibadah sholat lima waktu yang diwajibkan terhadap setiap manusia yang mengaku dirinya Islam.

Tak jarang bahkan sangat mungkin sholat yang dilakukan selama ini hanyalah gerakan yang belum memberikan makna sesungguhnya tentang sholat. Kata orang Madura Abejeng Gun Kareh Song Sang Nyonglet “Sholat Hanyalah Pekerjaan Tengkurap Tak Bermakna”. Semoga ibadah yang kita lakukan dapat memberikan makna ibadah yang sesungguhnya.

Pada kesempatan kali saya sekedar ungkapan perasaan sehingga memberikan judul tulisan Sholatku Belum Benar. Tulisan ini hanyalah ungkapan perasaan, karena apa yang dirasakan seperti kenyataannya, sholatku hanya sekedar gugur kewajiban. Sholat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Sementara diri ini sepertinya masih belum lepas dari perbuatan mungkar. Jika hal itu masih sering dilakukan, terlalu sering berbuat keji, sering melakukan hal mungkar apakah sudah melaksanakan sholat dengan benar.

Terlalu seing diri ini menilai jelek, menganggap salah orang lain, padahal apa yang dinilai belum tentu sesuai dengan penilaian yang kita lakukan. Lebih sering membicarakan kekurangan orang lain, tidak cocok dengan orang lain jika itu tidak sesuai dengan pola berpikir. Subhanallah, sesungguhnya Allah menampakkan segala kejadian bukan untuk kita nilai, namun untuk kita pelajari baik itu suatu hal yang baik ataupun hal buruk. Seharusnya kita belajar dan memuji setiap kejadian terjadi atas kuasa-Nya, bukan menilai jelek atau meremehkan apa yang kita lihat.

Allah menjadikan sesuai dengan kemampuan kita, Allah memberikan segala sesuatu dengan penuh hikmah jika dapat mempelajarinya dan mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang ada. Ternyata aku belum mampu memperoleh hikmah dari apa yang seharusnya aku pelajari, sholatku sekedar gugur kewajiban, sholatku belum dilakukan dengan benar, bahkan kerap kali aku lalai untuk melakukan kewajiban itu. Kerap lalai, setiap melakukan tak dapat memberikan makna yang berarti dalam setiap gerak kehidupanku, sholatku belum mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar dalam kehidupanku.

Semoga Allah memberikan hidayah sehingga dapat kutarik makna dalam kehidupan dari setiap ibadah yang dilakukan.