Kemana Ku Labuhkan Pilihan Presidenku

Hari pemilihan semakin dekat, kampanyepun sudah mulai dilakukan dengan berbagai metode untuk menyampaikan visi dan misi dari dua pasangan calon yang siap memperebutkan kursi kepresidenan lima tahun mendatang. Tentu saja masing-masing pasangan capres memiliki visi dan misi yang positif untuk memajukan negeri ini dan menciptakan masyarakat yang madani, makmur, sejahtera, serta aman tentunya sebagai tujuan utama dari perebutan kekuasaan tersebut.

Sepertinya tak cukup dengan menyampaikan visi dan misi kepresidenan untuk lima tahun mendatang, trik dan teknik saling menjatuhkan antar pasangan kandidatpun sepertinya mulai dilakukan dengan berbagai cara terlebih kampanye melalui berbagai social media. Secara langsung ataupun tidak antara pasangan calon sepertinya saling mengumbarkan titik lemah masing-masing lawan politik mereka. Entah yang dikabarkan merupakan kabar positif dan dapat dibuktikan kebenarannya, atau sekedar kabar burung dan sekedar opini dari pola berpikir masing-masing personal yang memiliki kecondongan untuk mendukung salah satu pasangan calon.

Sementara diantara kampanye dengan menyampaikan visi dan misi, saya menilai merupakan visi dan misi yang luar biasa dari kedua pasangan calon untuk mewujudkan pembangunan negeri ini lima tahun mendatang tentu selama masa kepemimpinan. Kampanye yang saling menjatuhkanpun belum memberikan sebuah kebulatan tekad untuk menentukan pilihan pada salah satu pasangan calon yang akan menjadi pemimpin negeri ini.

Kemana Ku Labuhkan Pilihan Presidenku, masih belum ada keteguhan untuk menentukan pilihan sekalipun nantinya yang menjadi pilihan yang kalah dan tidak akan menjadi presiden RI, namun aku harus menentukan pilihan. Secara syar’I harus memiliki sebuah pilihan dengan berbagai pertimbangan. Namun secara akal belum mampu untuk melakukan pertimbangan tersebut. Mengajukan pertanyaan kepada orang terdekat, siapa yang harus aku pilih dalam pilpres mendatang, pasangan Jokowi-JK atau Prabawo-Hatta Rajasa? Jawaban yang diperoleh masih tetap tergantung kemana kecondongan orang yang ditanya terhadap salah satu pasangan calon dengan berbagai alasan yang kuat tentu saja. Jika bertanya pada pendukung Jokowi-JK, tentu saja pasangan tersebut adalah pilihan presiden terbaik, begitu pula sebaliknya jika bertanya pada orang yang kebetulan mendukung pasangan Prabowo-Hatta Rajasa.

Bahkan ada sebuah status melalui social media dengan ajakan untuk mempergunakan suara pada pemilihan presiden mendatang. Jangan sampai pilih dengan nomor urut pasangan calon.
  1.  Prabowo – Hatta Raja Sah
  2. Jokowi – Jusuf Kallah
Namun semua masih saya anggap sebagai salah satu trik untuk memenangkan pasangan calon yang didukung dengan menarik simpati.

Kemana Ku Labuhkan Pilihan Presidenku, apakah harus golput atau apa yang harus kulakukan pada pemilihan presiden mendatang. Ada saran????
Terima kasih anda telah berkenan untuk melihat Blog CITRO MDURO dan membaca tulisan yang bertajuk Kemana Ku Labuhkan Pilihan Presidenku, walaupun bukan tulisan insiratif dan kurang inovatif yang dapat memberikan inspirasi bagi para pembaca ataupun anda sekedar lewat karena tersasar dan terdampar pada tulisan tersebut. Kami sangat berterima kasih karena anda sudah berkenan walaupun mungkin sangat terpaksa. Silahkan tinggalkan jejak anda untuk menjalin silaturahmi, atau temukan yang anda cari melalui G O O G L E dan salam jabat erat dari PAMEKASAN MADURA

0 komentar:

Posting Komentar