Berburu Capung Lebih Sulit Dari Berburu Dolar

Berburu CapungCapung, tentu sudah pada mengenal hewan yang satu ini. Mungkin saja capung menjadi cikal bakal lahirnya pesawat bernama helikopter. Memang hewan yang satu ini, dikenal dengan sebutan capung (SESET dalam bahasa madura), memiliki gaya terbang yang mirip dengan helikopter, lincah dalam bermanofer. Tentu bukan capung yang meniru helikopter, tapi helikopter yang lahir dari penelitian capung.

Menurut ensiklopedia indonesia, dapat dibaca disini.

Cerita hari ini tentang pengalaman berburu capung, dalam artian bukan menangkap capung, tapi menangkap gambar capung dengan kamera sederhana yang dimiliki.

Berawal dari menghadiri upacara hari jadi PGRI kabupaten pamekasan, entah kenapa tanpa disengaja kamera juga dimasukkan dalam tas pinggang kecil sebagai bawaan menghadiri acara tersebut. Dengan mencoba memotret apa yang dilihat dan tidak terlalu peduli dengan prosesi acara yang sedang berlangsung.

Lepas dari itu semua, perjalanan pulan yang melewati tebing di sepanjang jalan dan banyak ditumbuhi pohon-pohon semak, sekilas terlihat beraneka kupu-kupu kecil baraneka warna. Menhentikan kendaraan, mengeluarkan kembali kamera yang sudah masuk dalam tas. Maksud hati ingin menangkap gambar hewan-hewan tersebut, namun apa daya tak satupun gambar kupu-kupu atau capung yang terlihat berhasil diabadikan melalui bidikan camera.

Perburuan dilakukan pada tiga titik yang disinggahi, bahkan sempat mencoba berburu hewan-hewan tersebut di sebuah area pemakaman yang dilewati, namun kesempatan masih nihil. Kamera yang mengandalkan auto fokus dan digital zoom tidak mampu bertindak cepat untuk mendapatkan gambar, fokus terbidik namun gambar yang diperoleh adalah tempat hewan itu hinggap, bukan capung atau kupu-kupu yang berhasil dibidik.

Perburuan belum terhenti, sambil meneruskan perjalanan pulang sambil tolah toleh sekeliling, sapa tahu mendapatkan hewan-hewan yang diburu sedang bermain. Sampai dirumah pun belum satu gambar capung ataupun kupu-kupu yang berhasil ditangkap kamera.

Duduk di teras rumah sambil menikmati sebatang kretek tersisa dan secangkir kopi yang sudah disiapkan bidadari tercinta. Terlihat sekumpulan capung yang bermain diatas persemaian padi depan rumah. Hasrat untuk  berburu kembali muncul. Perburuan berlangsung dibawah terik matahari, namun setiap ada yang hinggap dan dibidik, siap jepret merekapun kabur.

Perburuan ternyata tidak sia-sia, beberapa gambar capung berhasil tertangkap kamera walau mungkin terjadi salah fokus karena skill yang memang kurang memadai. Berikut beberapa gambar terbaik yang berhasil di jepret, dan salah satunya menjadi awal posting.
Berburu Capung
Capung Di Ranting Bambu

Berburu Capung
Capung Di Kawat Bentang Antena

Rasa letih dan panasnya terik mataharipun terobati setelah beberapa gambar berhasil tertangkap kamera, dan memang Berburu Capung Lebih Sulit dari Berburu Dolar. Berburu Capung harus bergerak cepat dan hati-hati agar capung tidak kabur duluan, serta harus tetap tenang untuk menghasilkan gambar yang fokus, sementara berburu dolar cukup pasang perangkap dengan update posting, pasang script, tinggal berdoa semoga dapat trafik dan ada yang klik.

Setiap perburuan tentu memiliki nilai tersendiri, dan inilah pengalaman saya hari ini tentang berburu capung. Semoga dapat menambah koleksi gambar capung dari MasBro RZ Hakim
Sebagai penutup artikel kali ini, saya mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan para sahabat untuk mengunjungi Blog CITRO MDURO dan membaca tulisan yang bertajuk Berburu Capung Lebih Sulit Dari Berburu Dolar, walaupun bukan tulisan insiratif dan kurang inovatif yang dapat memberikan inspirasi bagi para pembaca ataupun anda sekedar lewat karena tersasar dan terdampar pada tulisan tersebut. Kami sangat berterima kasih karena anda sudah berkenan walaupun mungkin sangat terpaksa. Silahkan tinggalkan jejak anda untuk menjalin silaturahmi, atau temukan yang anda cari melalui G O O G L E dan salam jabat erat dari PAMEKASAN MADURA

0 komentar:

Posting Komentar