Terjemahan TOR ATOR DHALEM BASA MADURA

Selang waktu yang cukup panjang untuk menuliskan terjemahan pada posting terdahulu kalaban bul ombul (Dengan Judul) TOR ATOR DHALEM BASA MADURA. Walau sebetulnya bukan sebuah tulisan yang terlalu penting, tidak ada salahnya menuliskan ulang dalam bentuk terjemahan bahasa Indonesia, sekalipun tulisan tersebut sangat jauh dari PAKEM MADDU.

Bagi yang berminat silahkan membaca terjemahannya, bagi yang tidak suka boleh mencari tulisan lain yang mungkin dapat memberikan manfaat bagi anda melalui kotak pencarian CITRO MDURO pada pojok atas.

Terjemahan posting terdahulu yang berjudul TOR ATOR DHALEM BASA MADURA

TERJEMAHAN


BERUCAP DALAM BAHASA MADURA

Sebelumnya saya sampaikan terima kasih dan mohon maaf kepada segenap sahabat CITRO MDURO yang telah berkenan berkunjung dan membaca tulisan yang telah dituliskan admin blog ini.

Pada kesempatan kali ini admin akan menulis dengan judul BERUCAP DALAM BAHASA MADURA. Tujuan penulisan posting ini hanya sekedar untuk melatih admin dalam mengingat bahasa yang sudah mulai dilupakan kaula muda jaman sekarang. Pemuda madura sudah banyak melupakan bahasa Madura.

Meskipun bukan sebuah kesalahan membiasakan berbicara mempergunakan bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia yang harus dijunjung tinggi oleh generasi yang akan meneruskan pembangunan bangsa Indonesia. Namun tidak harus melupakan bahasa asal, orang Madura harus bisa bertutur dengan bahasa Madura, serta memahami bahwa bahasa Madura merupakan aset budaya bangsa Indonesia. Begitu pula dengan bahasa daerah yang lain.

Bangsa Indonesia menjadi bangsa besar, berasal dari bermacam-macam bangsa yang menyatu sebagai bangsa Indonesia dengan berbagai bahasa dan budaya. Jika generasi muda mulai melupakan bahasa daerah, hal tersebut menandakan lunturnya budaya yang menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar.

Dari hal tersebut, perlu kiranya generasi muda penerus bangsa untuk tetap menjaga dan melanjutkan bahasa daerah untuk tetap eksis pada masing-masing daerah. Begitu pula dengan generasi muda Madura, untuk tetap menjaga dan melestarikan bahasa Madura. Orang Madura harus bisa berbicara dalam bahasa madura, serta memahami penggunaan bahasa sesuai dengan lawan bicara.
Dalam bahasa madura ada 3 tingkatan bahasa. Tingkatan bahasa pertama adalah bahasa ENJEK -IYEH. Pada tingkatan ini biasa dipergunakan apabila lawan bicara merupakan tingkatan yang setara atau sebaya, atau biasa dipergunakan orang yang lebih tua kepada yang lebih muda.
contoh:
engkok, sengkok --> Saya
Be'en --> Kamu

Tingkatan yang kedua adalah bahasa Enggi - Enten. Tingkatan bahasa ini biasa dipergunakan kepada orang sebaya, namun ada rasa hormat atau sungkan, misalkan antara ipar.
contoh
Buleh --> Sengkok
Dhika --> Kamu

Tingkatan yang ketiga tinggatan Enggi - Bunten. Pada tingkatan ini termasuk tingkatan bahasa halus, atau mungkin bahasa keraton antara abdi kepada paduka, anak kepada orang tua, atau kepada orang yang dihormati. Tidak banyak orang yang dapat mempergunakan tingkatan ini dengan sempurna
contoh
Abdina, Kaule --> Saya
Panjenengan, Ajunan --> Kamu, anda

Demikian sedikit terjemahan dari tulisan dalam bahasa madura yang sudah diterbitkan beberapa waktu lalu. Mari kita lestarikan bahasa daerah, lestarikan budaya bangsa, dan menjaga agar bangsa kita tercinta tetap menjadi bangsa yang besar dan selalu kita banggakan. Salam persatuan, salam satu nusa satu bangsa dari admin CITROMDURO
Sebagai penutup artikel kali ini, saya mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan para sahabat untuk mengunjungi Blog CITRO MDURO dan membaca tulisan yang bertajuk Terjemahan TOR ATOR DHALEM BASA MADURA, walaupun bukan tulisan insiratif dan kurang inovatif yang dapat memberikan inspirasi bagi para pembaca ataupun anda sekedar lewat karena tersasar dan terdampar pada tulisan tersebut. Kami sangat berterima kasih karena anda sudah berkenan walaupun mungkin sangat terpaksa. Silahkan tinggalkan jejak anda untuk menjalin silaturahmi, atau temukan yang anda cari melalui G O O G L E dan salam jabat erat dari PAMEKASAN MADURA

0 komentar:

Posting Komentar